Selasa, 10 Januari 2012

Menjaga Semangat Agar Tetap "Menyala"


Mengejar mimpi itu tidak mudah. Sering kali karena tantangannya begitu besar, semangat mengejarnya melempem di tengah jalan. Bagaimana agar termotivasi sepanjang masa?
Dalam bukunya, Live Your Dreams, penulis Les Brown memaparkan bagaimana seseorang bisa menjaga semangatnya agar tetap "menyala" sehingga terus termotivasi.

1. Sadari tanggung jawab terhadap diri sendiri. Banyak orang yang selalu memposisikan dirinya sebagai orang yang pantas dibantu. Hidupnya bergantung pada orang lain. Kondisi ini sering melemahkan.
Agar tetap termotivasi, ubah pikiran. Yakinkan bahwa sukses tidaknya kita itu tanggung jawab kita sendiri. Tak ada pertolongan bagi kita selain pertolongan diri kita sendiri. Dengan cara ini, ada atau tidak ada bantuan orang lain kita tetap semangat mengejar mimpi kita.

2. Review impian kita dua kali sehari. Dengan melihat kembali pada apa yang kita impikan, kita akan terdorong untuk fokus pada apa yang sedang kita kejar. Selain itu kita juga harus mencari hal-hal apa saja yang bisa memotivasi kita sehingga kita tetap fokus pada cita-cita itu.

3. Beri tekanan dalam hidup. Tekanan bisa memacu seseorang untuk bekerja pada kemampuan optimalnya. Seorang olahragawan kadang tak muncul performa terbaiknya karena lawan yang dihadapinya tak seimbang, jauh lebih lemah darinya. Ia tidak tertekan, malah santai. Tetapi sebaliknya sering kali seseorang yang disepelekan oleh lawannya justru termotivasi untuk mengalahkannya dan berhasil.

4. Bangun keberanian. Jangan biarkan ketakutan terus menghantui kita. Jika kita takut akan sesuatu, hadapi saja. Jangan sampai ketakutan itu mengganggu terus. Misalnya, jika kita takut berenang, segera ambil kursus renang. Hal ini akan membangun mental berani kita.

5. Buat target tinggi. Memiliki target yang lebih tinggi akan memicu semangat. Karena itu, jangan memasang target yang biasa-biasa saja. Jika seseorang bekerja di bidang pemasaran lalu menargetkan penjualan 10 item dalam waktu satu minggu, tingkatkan target itu menjadi 50 item. Lalu lihat apa yang akan terjadi.

6. Tumbuhkan keyakinan. Makin tinggi keyakinan bahwa kita bisa meraih apa yang kita impikan makin bagus karena ini akan membuat kita tetap semangat untuk merealisasikan mimpi itu. Karena itu tumbuhkan keyakinan bahwa kita mampu. Caranya antara lain dengan menambah keterampilan yang diperlukan, terus belajar dari kehidupan, membaca, bersosialisasi, dan sebagainya.
sumber.

Kamis, 28 Juli 2011

Membangkitkan Jiwa Enterpreneur


Sering kita dengar ini, “memulai bisnis itu sebenarnya gampang, dan tentang peluang, jangan dijadikan alasan sulitnya memulai bisnis, di sekitar kita banyak sekali peluang bisnis yang bisa kita lihat, dan bisa kita ambil untuk memulai usaha”, kalimat itu biasanya diucapkan oleh orang yang sudah lama berbisnis, dan pengalamannya sudah tidak diragukan lagi.
  
Namun demikian, kebalikan dengan itu, tiap orang mempunyai kemampuan berbisnis yang berbeda, bahkan ada yang tidak mempunyai sedikitpun jiwa bisnis, atau tidak berani untuk memulai bisnis, dan bukannya tidak tahu bahwa di sekitrnya banyak sekali peluang, tapi dia berpikir, apa mungkin dia berbisnis, karena  belum pengalaman lah, belum ada modal, tidak ada koneksi dan banyak lagi alasan yang disampaikan, intinya dia belum berani, titik.
Bagaimana cara menumbuhkan Jiwa Enterpreneur pada diri kita agar kita berani untuk memulai bisnis??

Menumbuhkan jiwa usaha adalah berkaitan dengan pola pikir bisnis. Yaitu pola pikir tentang cara menggunakan atau memaksimalkan kemampuan yang dimiliki, baik kemampuan modal, skill, ataupun manajemen untuk mendapatkan keuntungan/profit.

Lalu seperti apa pola pikir bisnis itu?..
  1. Memiliki pola pikir bisnis adalah berarti mengetahui tujuan bisnis itu, yaitu untuk mendatangkan  keuntungan berupa uang, dan adalah bohong belaka kalau orang berbisnis itu tidak untuk mencari keuntungan. Walaupun awalnya mungkin dari hobi, tapi kemudian dari hobi itu keuntungan bisa didapat.
2.  Memiliki pola pikir bisnis adalah tahu bahwa kita punya ikatan dengan bisnis itu. Pengikatnya adalah profit dari bisnis itu, kita akan selalu terhubung dengan bisnis itu karena memberi kita keuntungan.
3.  Memiliki pola pikir bisnis berarti kita bersedia untuk selalu mencari cara untuk mengembangkan bisnis itu, dengan kata lain punya strategi dan trik dalam menjalankan bisnis .
4.  Memiliki pola pikir bisnis berarti berusaha untuk mempunyai penghasilan dari banyak sumber, bukan hanya satu sumber, artinya kita harus selalu belajar bidang-bidang lain yang kita sukai, yang akhirnya juga bisa mendatangkan keuntungan.

Kesimpulannya adalah, kalau kita sudah punya pola pikir bisnis, bukan sesuatu yang sulit untuk memulai bisnis, dan bagi yang sudah mempunyai bisnis, dengan pola pikir bisnis ini, keuntungan yang didapat bisa ditingkatkan, jiwa entrepreneurship akan berkembang dan tumbuh seiring sejalan dengan pola pikir bisnis yang tertanam dalam benak kita. 
Source : dari berbagai sumber